Konfigurasi DHCP Server pada Debian
27 September 2026
Tujuan Pembelajaran
Setelah membaca tutorial ini, kamu mampu melakukan instalasi dan konfigurasi layanan DHCP Server menggunakan paket isc-dhcp-server pada sistem operasi Debian 12. Kamu juga akan memahami fungsi spesifik dari setiap variabel pengaturan, sehingga mampu merancang distribusi alamat IP otomatis secara mandiri dan aman.
Prasyarat
- Mesin virtual atau server dengan sistem operasi Debian 12 (atau yang lebih baru).
- Kartu jaringan (antarmuka) pada Debian sudah dikonfigurasi menggunakan IP Statis (seperti yang telah dibahas pada tutorial sebelumnya).
- Komputer klien (Windows atau Linux) yang terhubung ke jaringan server yang sama.
Langkah 1 — Instalasi Paket DHCP Server
Secara bawaan, router biasanya sudah memiliki fitur DHCP. Namun, untuk menjadikan server Debian kamu sebagai pusat pengelola IP, kamu perlu menginstal paket aplikasi bernama isc-dhcp-server. Jalankan perintah ini di terminal:
apt install isc-dhcp-server
Ketik y lalu tekan Enter jika sistem meminta konfirmasi pemasangan. Tunggu hingga proses instalasi paket selesai.
Langkah 2 — Menentukan Antarmuka (Interface) Penyebar IP
Sebuah server bisa memiliki banyak kartu jaringan (misalnya satu untuk internet, satu untuk jaringan lokal). Kita harus memberitahu layanan DHCP antarmuka mana yang bertugas membagikan alamat IP ke klien. Buka file pengaturan default berikut:
nano /etc/default/isc-dhcp-server
Cari parameter INTERFACESv4="" dan masukkan nama antarmuka jaringan lokalmu di dalam tanda kutip (misalnya enp0s3).
INTERFACESv4="enp0s3"
Penjelasan variabel:
INTERFACESv4: Menentukan kartu jaringan yang akan memancarkan (broadcast) layanan DHCP untuk alamat IPv4. Jika kamu salah memasukkan nama, DHCP server akan gagal menyala karena tidak menemukan pintunya.
Simpan file tersebut (tekan Ctrl+O, Enter, lalu Ctrl+X).
Langkah 3 — Mengonfigurasi Ruang Lingkup (Scope) Jaringan
Langkah paling penting adalah menentukan konfigurasi jaringan apa saja yang akan dibagikan kepada komputer klien. Buka file konfigurasi utama DHCP menggunakan editor nano:
nano /etc/dhcp/dhcpd.conf
Tambahkan blok konfigurasi baru di bagian paling bawah teks, sesuaikan angkanya dengan IP statis server kamu (misalnya IP server adalah 192.168.10.50).
subnet 192.168.10.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.10.100 192.168.10.200;
option routers 192.168.10.50;
option domain-name-servers 8.8.8.8, 1.1.1.1;
option broadcast-address 192.168.10.255;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}
Penjelasan variabel pengaturan:
subnetdannetmask: Mendefinisikan identitas jaringan (network address) dan lebar batas jaringannya. Harus selaras dengan IP statis di antarmuka server.range: Rentang alamat IP yang tersedia untuk disewakan ke komputer klien. Pada contoh di atas, klien akan mendapatkan IP dari akhiran100hingga200(tersedia 101 alamat IP).option routers: Alamat IP dari gateway atau pintu keluar jaringan. Biasanya ini diisi dengan alamat IP statis milik server Debian kamu sendiri jika servermu juga bertindak sebagai router.option domain-name-servers: Alamat IP server DNS yang akan diberikan ke klien agar klien bisa membuka situs web menggunakan nama domain.option broadcast-address: Alamat untuk mengirimkan pesan siaran ke semua perangkat di dalam jaringan lokal. Selalu berada di alamat terakhir dari subnet.default-lease-time: Waktu (dalam detik) standar sebuah alamat IP disewakan kepada klien sebelum harus diperbarui (600 detik = 10 menit).max-lease-time: Waktu maksimal (dalam detik) IP boleh dipinjam oleh klien (7200 detik = 2 jam).
Setelah semua parameter diisi dengan benar, simpan dan keluar dari editor nano.
Langkah 4 — Menyimpan dan Memeriksa Layanan
Agar layanan membaca aturan sewa IP yang baru saja kamu buat, lakukan proses restart layanan DHCP dengan perintah ini:
systemctl restart isc-dhcp-server
Kemudian, pastikan layanan berjalan normal tanpa error dengan memeriksa statusnya:
systemctl status isc-dhcp-server
Jika konfigurasi kamu bebas dari kesalahan penulisan (typo), terminal akan memunculkan teks active (running). Tekan q untuk kembali ke prompt terminal.
Langkah 5 — Menguji DHCP pada Klien Windows
Beralihlah ke komputer Windows milikmu. Buka jendela Network Connections, buka Properties dari adapter jaringan yang terhubung ke server Debian.
- Klik ganda pada opsi Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4).
- Pastikan pilihan disetel ke Obtain an IP address automatically dan Obtain DNS server address automatically.
- Klik OK dan tunggu beberapa saat.
Buka aplikasi Command Prompt (CMD) di Windows, lalu ketik perintah berikut untuk memeriksa informasi jaringannya:
ipconfig /all
Periksa bagian IPv4 Address, Default Gateway, dan DHCP Server. Jika alamat IP yang didapat berada dalam rentang 192.168.10.100 hingga 192.168.10.200, maka distribusi DHCP Server kamu telah berhasil.
Kesimpulan
Layanan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) membebaskan administrator jaringan dari kerepotan mengatur alamat IP satu per satu di setiap komputer klien. Dengan mengatur secara tepat parameter di dhcpd.conf, kamu bisa membatasi alokasi alamat, mengarahkan DNS, dan menyetel gateway secara instan.
Latihan
- Tambahkan baris reservasi IP statis (IP Binding) menggunakan MAC Address komputer klienmu di dalam file
dhcpd.confdengan formathost komputer-klien { hardware ethernet [MAC ADDRESS]; fixed-address [IP SPESIFIK]; }. Coba amati hasilnya setelah me-restart layanan DHCP. - Turunkan nilai parameter
max-lease-timemenjadi 60 detik (1 menit). Amati pada klien Windows menggunakan perintahipconfig /allbagaimana sistem bereaksi terhadap penyewaan alamat IP yang sangat singkat tersebut.