Konfigurasi DNS Server pada Debian
27 September 2026
Tujuan Pembelajaran
Setelah membaca tutorial ini, kamu mampu melakukan instalasi dan konfigurasi DNS Server menggunakan paket bind9 pada sistem operasi Debian 10. Selain itu, kamu juga akan bisa menguji fungsi DNS Server tersebut agar alamat IP berhasil dipetakan ke dalam sebuah nama domain dari komputer klien.
Prasyarat
- Mesin virtual Debian 10 yang sudah beroperasi dan terhubung dengan jaringan komputer klien (PC/Laptop).
- Repositori DVD 1 dan DVD 2 Debian 10 sudah dimasukkan dan siap digunakan.
- Layanan web server (seperti Apache2) sudah terinstal untuk memudahkan pengujian di peramban web.
Langkah 1 — Instalasi Paket BIND9 dan DNS Utils
Siapkan Debian 10 yang sudah terhubung dengan laptop/PC. Buka terminal Debian, lalu jalankan perintah berikut untuk menginstal paket DNS yang dibutuhkan:
apt-get install bind9 bind9utils dnsutils
Ketik y dan tekan Enter jika sistem meminta konfirmasi penggunaan ruang penyimpanan. Tunggu hingga proses instalasi selesai.
Langkah 2 — Menyalin File Konfigurasi Default BIND
Sebelum mulai mengedit, buat salinan file bawaan agar kamu punya cadangan (backup) dan mempermudah pembuatan zona konfigurasi baru:
cp /etc/bind/named.conf.default-zones /home/backup
cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.172
cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.hasby
File db.172 nantinya akan kita gunakan sebagai konfigurasi reverse (pemetaan IP ke domain), sedangkan db.hasby digunakan sebagai forward (pemetaan domain ke IP).
Langkah 3 — Menambahkan Zona Domain Baru
Buka file konfigurasi utama pengaturan zona menggunakan editor nano:
nano /etc/bind/named.conf.default-zones
Gulir ke bagian paling bawah, lalu tambahkan skrip pengaturan zone forward dan zone reverse milikmu. Sesuaikan nama domain (misal: hasby02.sch.id) dan 3 oktet pertama alamat IP milikmu yang ditulis secara terbalik (misal: IP 172.16.2.1 menjadi 2.16.172.in-addr.arpa). Simpan lalu keluar dari editor.
Langkah 4 — Mengonfigurasi File Forward
Selanjutnya, atur file forward untuk memetakan nama domain ke alamat IP server:
nano /etc/bind/db.hasby
Ubah seluruh teks localhost menjadi nama domainmu (jangan lupa tanda titik di akhir, contoh: hasby02.sch.id.). Kemudian, ganti alamat IP lokal 127.0.0.1 menjadi alamat IP server Debian kamu (misalnya 172.16.2.1).
Langkah 5 — Mengonfigurasi File Reverse
Lakukan konfigurasi balikan pada file reverse agar IP bisa mengenali domain:
nano /etc/bind/db.172
Sama halnya dengan file forward, ubah localhost menjadi nama domainmu. Pada bagian bawah, pastikan angka oktet terakhir IP kamu dicantumkan untuk record PTR (Pointer) yang mengarah ke domain utama serta www.
Langkah 6 — Mengonfigurasi Resolv.conf
Agar Debian bisa meresolusi namanya sendiri ke alamat IP yang benar, edit file pengaturan resolver DNS:
nano /etc/resolv.conf
Hapus isinya (jika ada), lalu tambahkan IP server Debian sebagai nameserver, beserta atribut domain dan search yang menunjuk ke nama domainmu.
Langkah 7 — Restart dan Pengujian BIND9
Terapkan semua perubahan dengan memuat ulang layanan bind9:
/etc/init.d/bind9 restart
Uji apakah DNS Server sudah berjalan dengan baik menggunakan perintah resolusi nama nslookup:
nslookup hasby02.sch.id
nslookup 172.16.2.1
Jika keluaran di terminal menginformasikan Address yang sesuai dengan IP dan Name yang sesuai dengan nama domain, maka konfigurasi DNS sudah tepat.
Langkah 8 — Uji Akses Domain di Klien Windows
Beralih ke komputer/laptop Windows kamu. Buka menu pengaturan jaringan, pilih adapter yang mengarah ke server, lalu buka Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) Properties. Masukkan alamat IP dari server Debian kamu ke dalam kolom Preferred DNS server.
Buka aplikasi peramban web (browser), matikan fitur DNS over HTTPS / Secure DNS jika aktif, lalu ketikkan nama domain yang telah kamu buat (contoh: hasby02.sch.id). Jika berhasil, halaman "Apache2 Debian Default Page" akan terbuka.
Kesimpulan
Sistem operasi Debian didukung dengan bermacam paket perangkat lunak jaringan, salah satunya adalah DNS Server (BIND9). Paket ini memegang peranan penting yang berfungsi untuk mengubah (translate) alamat IP numerik menjadi sebuah nama domain berbasis teks yang jauh lebih mudah dihafal oleh pengguna.
Latihan
- Coba tambahkan baris record tipe "A" baru pada file forward untuk membuat sub-domain, misalnya
elearning.hasby02.sch.id, lalu lakukan uji coba dengannslookup. - Ubahlah alamat IP pada antarmuka Debian dan seluruh file konfigurasi DNS menjadi alamat IP baru (misal:
192.168.10.1), kemudian verifikasi ulang apakah domain masih bisa diakses.