Konfigurasi Repository Local Debian pada VirtualBox
27 September 2026

Tujuan Pembelajaran
Setelah membaca tutorial ini, kamu mampu menambahkan dan mengelola repositori dari DVD pada sistem Debian 10. Selain itu, kamu juga mampu melakukan instalasi dan konfigurasi layanan DHCP Server agar dapat mendistribusikan alamat IP secara otomatis ke jaringan komputer klien.
Prasyarat
-
Mesin virtual Debian 10 yang sudah beroperasi di aplikasi VirtualBox.
-
File ISO DVD 2 dan DVD 3 Debian 10.
-
Mesin virtual sudah disetel menggunakan adapter jaringan bertipe Host-Only.
Langkah 1 — Menambahkan DVD Repositori ke VirtualBox
Buka pengaturan (Settings) pada mesin virtual Debian di VirtualBox. Masuk ke menu Storage, kemudian tambahkan file ISO DVD 2 dan DVD 3 Debian ke dalam controller penyimpanan. Setelah itu, simpan pengaturan dan jalankan mesin virtual Debian.
Langkah 2 — Mendaftarkan DVD Repositori di Sistem Debian
Login ke dalam sistem operasi Debian menggunakan akun root (Super User). Masukkan perintah berikut untuk mendaftarkan DVD yang sudah terpasang agar terbaca oleh sistem:
apt-cdrom add
Langkah 3 — Memperbarui File sources.list
Buka file daftar repositori menggunakan teks editor nano:
nano /etc/apt/sources.list
Pada baris repositori DVD yang baru kamu daftarkan, tambahkan parameter [trusted=yes]. Kemudian, tambahkan karakter pagar (#) di awal baris repositori security (online) untuk menonaktifkannya sementara. Simpan file tersebut.
Setelah perubahan disimpan, perbarui daftar paket dengan menjalankan perintah berikut:
apt-get update
Langkah 4 — Menginstal isc-dhcp-server
Setelah repositori siap, instal paket perangkat lunak DHCP Server dengan mengetikkan perintah di bawah ini:
apt-get install isc-dhcp-server
Biarkan proses penguraian paket berjalan hingga selesai.
Langkah 5 — Mengonfigurasi Layanan DHCP
Buka file konfigurasi utama DHCP Server:
nano /etc/dhcp/dhcpd.conf
Gunakan fitur pencarian pada nano dengan menekan tombol Ctrl+W, lalu ketik slightly untuk menemukan blok pengaturan internal subnet dengan cepat. Hapus tanda pagar (#) pada baris deklarasi subnet tersebut. Sesuaikan nilai subnet, netmask, range (rentang IP yang dibagikan), domain-name-servers, routers, dan broadcast-address dengan konfigurasi jaringan yang kamu rencanakan. Simpan perubahan file.
Langkah 6 — Menentukan Antarmuka Jaringan DHCP
Buka file pengaturan default antarmuka layanan DHCP:
nano /etc/default/isc-dhcp-server
Cari parameter INTERFACESv4="" dan isikan dengan nama antarmuka jaringan yang mengarah ke Host-Only (misalnya enp0s8). Simpan file dan keluar dari editor.
Langkah 7 — Mengatur IP Statis dan Memulai Layanan
Buka file konfigurasi antarmuka jaringan:
nano /etc/network/interfaces
Tambahkan blok konfigurasi IP statis untuk antarmuka yang dipakai DHCP (misal enp0s8). Tentukan address (contoh: 172.16.2.1) dan netmask yang sejajar dengan konfigurasi pada file dhcpd.conf sebelumnya.
Terapkan semua konfigurasi jaringan dan mulai layanan DHCP Server secara berurutan menggunakan perintah-perintah berikut:
/etc/init.d/networking restart
/etc/init.d/isc-dhcp-server restart
service isc-dhcp-server start
Langkah 8 — Menyetel dan Menguji IP Klien di Windows
Beralihlah ke komputer atau laptop bersistem operasi Windows milikmu. Buka pengaturan Network Connections, klik kanan pada adapter VirtualBox Host-Only Ethernet Adapter, lalu pilih Properties. Klik ganda pada Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4), lalu pastikan kamu memilih opsi Obtain an IP address automatically dan Obtain DNS server address automatically.
Klik tombol OK. Kamu bisa melihat pada menu detail koneksi jaringan Windows, komputermu seharusnya kini sudah mendapatkan alamat IP dari DHCP Server Debian secara otomatis.
Langkah 9 — Pengujian Ping
Untuk memastikan kedua perangkat benar-benar terhubung, lakukan pengujian koneksi jaringan menggunakan perintah ping. Lakukan ping dari terminal Debian menuju alamat IP klien Windows, dan sebaliknya, dari Command Prompt Windows menuju alamat IP server Debian. Pastikan hasilnya menunjukkan balasan (Reply) yang mengindikasikan koneksi terjalin dengan baik.
Kesimpulan
Berdasarkan keseluruhan tahapan, sistem Debian di dalam VirtualBox dapat diubah menjadi sebuah DHCP Server yang andal. Pengaturan IP dapat disebarkan secara terpusat dan otomatis ke komputer Windows klien tanpa perlu mengatur alamat IP secara manual satu per satu. Selanjutnya, pelajari bagaimana membuat reservasi alamat IP (IP Reservation) agar sebuah klien tertentu selalu mendapatkan alamat IP yang sama setiap kali terhubung.
Latihan
- Ubah rentang IP (parameter
range) di dalam filedhcpd.confmenjadi hanya menyediakan 5 IP address saja, lalu periksa apakah klien Windows mendapatkan salah satu alamat baru dari rentang IP tersebut. - Coba matikan (disable) lalu hidupkan kembali (enable) antarmuka Host-Only di komputer Windows untuk memaksa pembaruan sewa IP (IP lease), kemudian amati status IP menggunakan
ipconfig /all.